Manten Sapi

Manten sapi adalah tradisi khas masyarakat Pasuruan, Jawa Timur. Tradisi manten sapi dilakukan menjelang hari raya Iduladha sebagai bentuk penghormatan pada hewan kurban. Dalam tradisi ini, sapi yang akan dikurbankan diperlakukan layaknya pengantin. Sapi dimandikan terlebih dahulu menggunakan air bunga, kemudian dihias dengan berbagai aksesori seperti kalung bunga tujuh rupa, kain putih atau kain kafan, serban, dan sajadah. Setelah dihias, sapi diarak keliling kampung, sebelum diserahkan kepada panitia kurban untuk disembelih.

Tradisi ini memiliki makna simbolis yang kuat. Menghias sapi melambangkan penghormatan terakhir pada hewan yang telah menjadi perantara ibadah kurban. Kain putih melambangkan kesucian niat orang yang berkurban. Bunga tujuh rupa menjadi simbol doa, keharuman, dan penghormatan. Prosesi arak-arakan juga menjadi sarana kebersamaan warga yang dapat mempererat hubungan sosial, sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Di Pasuruan, tradisi ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga bentuk akulturasi antara nilai Islam dan budaya Jawa. Tradisi manten sapi menunjukkan bahwa masyarakat memaknai kurban bukan hanya sebagai penyembelihan hewan, melainkan juga sebagai penghormatan, rasa syukur, dan perayaan kebersamaan. Tradisi ini menjadi salah satu kekhasan budaya Jawa Timur yang masih lestari hingga sekarang.

Sumber : rakyatempatlawang.disway.id

Foto: rakyatempatlawang.disway.id

Share this Post

Selamat datang di laman resmi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur