Emi Sudarwati: Sastrawan Berprestasi Penggerak Literasi Bojonegoro
Emi Sudarwati adalah seorang figur sastrawan perempuan terkemuka yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ia dikenal dengan perannya sebagai seorang penyair, esais, dan pegiat literasi, sekaligus mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pendidikan di kota kelahirannya. Keberadaannya memberikan kontribusi penting dalam kancah kesusastraan Indonesia kontemporer, dengan fokus pada eksplorasi kearifan lokal Bojonegoro serta isu-isu perempuan yang menjadi napas dalam setiap karyanya. Ia juga aktif berpartisipasi dalam diskusi dan penulisan esai mengenai perkembangan dan pemertahanan sastra Jawa modern.
Eksistensi kreatif Emi Sudarwati dibuktikan melalui sejumlah karya sastra yang telah diterbitkan, baik dalam bentuk antologi tunggal maupun kompilasi bersama. Beberapa kumpulan puisi tunggalnya yang paling dikenal, antara lain Perempuan Bulan (2010), Mata Tatu (2013), Nama Bunga (2018), dan Dongeng Putih (2020). Selain puisi, ia juga dikenal sebagai penulis esai yang konsisten dalam mengulas isu-isu budaya dan pendidikan, termasuk karya tulis yang menitikberatkan pada upaya memotivasi dan membimbing siswa untuk menghasilkan karya tulis berupa buku—sebuah perpaduan nyata antara profesi sastrawan dan pendidiknya.
Atas dedikasi yang utuh pada literasi dan pendidikan, Emi Sudarwati telah meraih berbagai prestasi nasional yang membanggakan. Di bidang pendidikan, ia sukses meraih gelar Juara Nasional Inovasi Pembelajaran Nasional (Inobelnas) untuk kategori Guru Sekolah Dasar. Inovasi yang membawanya pada kemenangan tersebut adalah "Apresiasi Sastra Berbasis Kearifan Lokal Bojonegoro (ASBBKB)". Prestasi ini mengantarkannya untuk mengikuti program studi banding ke Belanda. Sementara itu, di kancah sastra, ia juga memperoleh pengakuan prestisius, salah satunya melalui Penghargaan Sastra dari Balai Bahasa Jawa Timur pada tahun 2010 untuk buku puisinya, Perempuan Bulan.
Sumber: kolom.espos.id, wijayalabs.wordpress.com, diolah
Foto : tuban.inews.id