Makna Simbolik dan Struktur Pertunjukan Tari Gandrung
Tahukah Anda bahwa Tari Gandrung bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol rasa kagum dan syukur masyarakat Blambangan kepada Dewi Sri (Dewi Padi) atas panen yang melimpah dan Sedekah Bumi. Selain memiliki makna yang mendalam, struktur pertunjukannya pun sangat unik. Dalam penampilannya, Tari Gandrung terbagi menjadi tiga babak utama, yaitu:
Jejer (Babak Awal)
Pada babak awal ini, para penari menari dan menyanyikan beberapa lagu sebagai pembuka pertunjukan.
Maju/Ngibing (Babak Pertengahan)
Di babak ini penari memberikan selendang kepada tamu untuk diajak menari bersama di atas panggung.
Seblang Subuh (Babak Akhir)
Pada bagian penutup, para penari melakukan gerakan perlahan yang penuh penghayatan, sering kali di babak ini para penari menggunakan properti kipas dalam penampilannya.
Tarian ini dibawakan secara berkelompok dalam jumlah ganjil dan kian meriah dengan adanya panjak atau teriakan pemberi semangat.
Mari lestarikan kekayaan budaya Nusantara. (AFT)