Menelusuri Jejak Magis dan Sejarah Alas Srigati, Ngawi
Tahukah Anda bahwa di Kabupaten Ngawi terdapat kawasan hutan yang sarat akan sejarah dan kepercayaan spiritual. Alas Ketangga Srigati, yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Paron, bukan sekadar hutan biasa. Tempat ini diyakini sebagai salah satu kawasan paling keramat di Pulau Jawa.
Mari selami lebih dalam fakta menarik tentang Alas Ketangga Srigati:
Asal-usul Nama
Kata Ketangga berasal dari kata katon (terlihat) dan onggo (makhluk halus/supranatural). Sementara nama Srigati diambil dari nama Priyagung, seorang begawan asal India yang pernah turun di tanah Jawa.
Petilasan Raja Terakhir Majapahit
Konon, Prabu Brawijaya V memilih tempat ini sebagai lokasi peristirahatan setelah melarikan diri dari pengejaran Kerajaan Majapahit, sebelum beliau melanjutkan perjalanan suci ke Gunung Lawu.
Ibu Hutan Tanah Jawa
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, jika Alas Purwa diyakini sebagai "bapak hutan tanah Jawa", maka Alas Ketangga Srigati adalah "ibu"-nya. Keduanya merupakan pasangan tak terpisahkan dalam kosmologi Jawa.
Ritual Ganti Langse
Setiap tahun, tepatnya pada bulan Muharram atau Suro, diadakan upacara ritual Ganti Langse atau Ganti Selambu. Ritual penggantian kain putih pembungkus Pesanggrahan Agung Srigati ini menjadi simbol pembersihan diri dari keburukan dan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kekayaan budaya dan sejarah seperti ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama.
Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata sejarah dan spiritual ini. (AFT)
Diolah dari berbagai sumber