Mengenang Rakhmat Giryadi: Sang Mentor dan Sastrawan dari Blitar
Rakhmat Giryadi, lahir di Blitar pada 10 April 1969, adalah seorang seniman multitalenta yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam dunia sastra dan teater di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Ia merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Seni Rupa dari IKIP Surabaya pada tahun 1994. Meskipun memiliki latar belakang seni rupa, semangatnya dalam berkesenian mengantarkannya menjadi seorang penulis cerpen, esai, dan puisi yang produktif.
Karya-karya tulisnya telah menghiasi berbagai media massa ternama, seperti Horison, Kompas, Jawa Pos, dan Media Indonesia. Beberapa kumpulan cerpennya yang terkenal antara lain Mimpi Jakarta (2006) dan Revolusi Para Ikan (2014). Ia juga menulis esai teater yang terkumpul dalam buku Senjakala Teater (2012). Selain itu, ia juga menulis naskah drama, seperti Orde Mimpi (2009) dan Dewa Mabuk (2010), serta puisi yang tersebar dalam berbagai antologi bersama. Dedikasinya terhadap seni juga terlihat dari perannya sebagai pengelola majalah Sastra Kalimas.
Selain dikenal sebagai seniman yang rendah hati dan ikhlas, Giryadi juga merupakan sosok yang menjadi motivator tersembunyi bagi teman-teman seniman di sekitarnya. Ia tak hanya fokus pada karyanya sendiri, tetapi juga bersedia berada di balik layar untuk mendukung dan menginspirasi orang lain agar terus berkesenian.
Rakhmat Giryadi meninggal dunia pada Senin, 8 Juli 2019, di RSUD Sidoarjo setelah berjuang melawan kanker hati. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak seniman, yang tidak menyangka bahwa sosok yang begitu aktif berkarya telah tiada. Kematiannya menjadi sebuah kehilangan besar bagi dunia seni, tetapi semangat dan karya-karyanya tetap hidup, menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus berkarya.
Sumber: Ensiklopedia Sastra Jawa Timur, kamarbudaya.wordpress.com, diolah
Foto : suryamalang.tribunnews.com