Resensi Naskah Drama Warta
Karya: Andhi Setyo Wibowo
Tahun penulisan: 1998
Pengetikan dan penerbitan ulang: Mei 2019
Cetakan: 2021
Penerbit: Boenga Ketjil
Naskah drama Warta karya Andhi Setyo Wibowo merupakan potret sosial yang lahir dari denyut keras kehidupan masyarakat kecil pada masa Orde Baru. Naskah drama ini ditulis pada tahun 1998, tahun yang penuh gejolak politik dan sosial. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya 2021, naskah ini diterbitkan kembali.. Drama ini menyuarakan kegelisahan atas praktik kekuasaan yang kerap menyingkirkan rakyat jelata melalui penggusuran dan kebijakan sepihak. Penulisan ulang naskah ini terasa seperti menghidupkan kembali suara lama yang, ironisnya, masih relevan hingga hari ini.
Yang paling menonjol dari Warta adalah kesederhanaannya. Drama ini tidak dibangun dengan konflik yang rumit atau simbolisme yang berlapis-lapis, tetapi melalui dialog yang lugas dan situasi yang sangat membumi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dengan ragam tutur yang akrab di telinga masyarakat. Bahasanya yang akrab membuat drama ini terasa dekat, seolah membuat pembaca sedang menyaksikan drama keliling di lapangan desa, balai kampung, atau sudut-sudut permukiman padat. Kedekatan bahasa inilah yang menjadi kekuatan utama naskah Warta: ia tidak berjarak dengan realitas sosial yang diangkatnya.
Kritik sosial dalam Warta hadir tanpa retorika besar. Penggusuran, ketidakadilan, dan ketidakberdayaan masyarakat kecil tidak disampaikan lewat pidato ideologis, melainkan melalui percakapan sehari-hari tokoh-tokohnya. Justru melalui kesan “ringan” itulah pesan drama ini bekerja secara efektif. Pembaca tidak merasa sedang digurui, tetapi diajak menyaksikan dan merasakan langsung ketimpangan yang dialami tokoh-tokoh di dalamnya.
Membaca Warta terasa seperti mendengar kabar dari bawah, sebuah “warta” yang sering kali diabaikan oleh narasi resmi negara. Pada era Orde Baru, suara-suara seperti ini kerap terpinggirkan, sehingga drama ini dapat dibaca sebagai bentuk perlawanan kultural yang halus sekaligus tajam. Penerbitan ulangnya pada 2021 sekaligus menegaskan bahwa persoalan penggusuran dan peminggiran rakyat kecil bukan sekadar masalah masa lalu, melainkan luka sosial yang belum sepenuhnya sembuh.
Secara keseluruhan, Warta adalah naskah drama yang sederhana, komunikatif, dan sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat. Kekuatan utamanya terletak pada keberpihakannya kepada rakyat kecil dan kemampuannya menghadirkan kritik sosial melalui bahasa yang akrab dan mudah diakses. Drama ini membuktikan bahwa karya sastra tidak selalu harus kompleks untuk menjadi bermakna, kadang justru kesederhanaanlah yang membuat sebuah suara terdengar paling jujur dan paling keras.
Sumber: Wibowo, A.S. (2021). Warta (Naskah Drama). Jombang: Boenga Ketjil.