Sinongkelan

Tradisi sinongkelan merupakan adat masyarakat Desa Prambon yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Selo, tepatnya hari Jumat Legi, bersamaan dengan perayaan Bersih Desa. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar desa terhindar dari bencana di masa mendatang.

Rangkaian acara diawali dengan nyadran, yaitu membersihkan makam leluhur, tabur bunga, dan kenduri. Persiapan sinongkelan dilakukan sejak dini hari dengan menyiapkan berbagai sesaji oleh perempuan lanjut usia, kemudian dilanjutkan ritual oleh para sesepuh di tempat-tempat sakral.

Pada malam hari, digelar pertunjukan sinongkelan yang diperankan oleh sekitar 15–20 sesepuh desa. Pertunjukan ini berupa tarian yang menceritakan perjuangan Kanjeng Sinongkel dalam menyejahterakan masyarakat.

Selain sebagai penghormatan terhadap tokoh leluhur, tradisi ini juga berfungsi sebagai ritual pembersihan desa, ungkapan syukur, serta harapan akan hasil pertanian yang lebih baik. Di sisi lain, sinongkelan juga menjadi sarana untuk melestarikan nilai budaya dan mengenalkan sejarah kepada generasi muda.

Sumber: petabudaya.trenggalekkab.go.id, diolah

Foto: petabudaya.trenggalekkab.go.id

Share this Post

Selamat datang di laman resmi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur