Ulasan Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Dalam buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, Okky Madasari menghadirkan serangkaian kisah tentang pertarungan dan daya tahan manusia. Tema utama buku ini adalah pertarungan manusia dengan  kemiskinan, ketidakadilan, kehilangan, hingga tekanan sosial yang sering kali memaksa seseorang memilih antara bertahan atau perlahan binasa. Melalui gaya bahasa yang lugas dan tajam, Okky membangun narasi yang terasa dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, tetapi sekaligus menyimpan kritik sosial yang kuat.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada keberagaman tokoh dan situasi yang dihadirkan. Setiap cerita menampilkan manusia biasa yang berhadapan dengan persoalan hidup yang tidak sederhana. Ada tokoh yang berjuang keluar dari kemiskinan, ada yang bergulat dengan tubuh dan pilihan hidupnya, ada pula yang harus menghadapi sistem sosial yang menindas. Tokoh-tokoh itu tidak digambarkan sebagai pahlawan besar, melainkan sebagai manusia dengan segala kelemahan dan keteguhannya. Justru dari kesederhanaan itulah muncul kekuatan emosional yang membuat pembaca merasa dekat dengan kisah-kisah tersebut.

Dalam cerpen pembuka yang menjadi judul buku ini, pembaca diperlihatkan bagaimana perjuangan hidup menjadi sesuatu yang sangat konkret yaitu bertahan hidup demi keluarga, demi masa depan, dan demi martabat. Tokoh Bandiman, misalnya, menjadi simbol manusia kecil yang terus bergerak meski keadaan tidak berpihak padanya. Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa bertahan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal menjaga harapan agar tidak benar-benar runtuh. Dari sini, Okky memperlihatkan bahwa kehidupan sering kali menempatkan manusia dalam pilihan-pilihan yang getir.

Selain persoalan ekonomi, buku ini juga banyak menyinggung persoalan tubuh, identitas, agama, dan relasi kuasa. Beberapa cerita memperlihatkan bagaimana tubuh manusia kerap menjadi medan pertarungan yaitu antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial, antara kebebasan dan norma yang mengekang. Okky menuliskan persoalan-persoalan itu dengan keberanian yang khas sehingga pesan yang disampaikan terasa langsung dan kuat. Kritik sosial dalam buku ini tidak hadir melalui ceramah, melainkan melalui pengalaman tokoh-tokohnya.

Kekuatan lain dari buku ini adalah kemampuannya membangun suasana batin yang intens dalam ruang cerita yang singkat. Sebagai kumpulan cerpen, setiap kisah memiliki dunia dan konflik sendiri, tetapi semuanya diikat oleh satu benang merah yaitu manusia sebagai makhluk yang terus berjuang menghadapi hidup. Ada rasa getir, marah, sedih, dan pasrah yang mengalir di hampir setiap cerita. Namun, di balik itu, selalu ada upaya untuk bertahan, sekecil apa pun bentuknya.

Secara keseluruhan, Yang Bertahan dan Binasa Perlahan adalah karya yang memperlihatkan kepiawaian Okky Madasari dalam menangkap denyut kehidupan sosial dan menerjemahkannya ke dalam sastra. Buku ini tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan bagaimana manusia hidup di tengah tekanan zaman, sistem, dan keadaan yang sering kali tidak adil. Bagi pembaca yang mencari karya sastra dengan refleksi sosial yang kuat, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang padat, getir, dan menggugah—sebuah pengingat bahwa dalam hidup, bertahan kadang menjadi bentuk perlawanan yang paling nyata.

 

Sumber : 

Madasari, Okky. 2017. Yang Bertahan dan Binasa Perlahan. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Share this Post

Selamat datang di laman resmi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur