BBP Jatim Perkuat Layanan Inklusif melalui Penjajakan Kerja Sama dengan Pusbisindo Jatim
Surabaya, 5 Januari 2026 — Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jatim) menerima kunjungan dari Yayasan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) Cabang Jawa Timur dalam rangka penjajakan kerja sama penguatan aksesibilitas bahasa bagi penyandang disabilitas rungu. Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala BBP Jatim, Puji Retno Hardiningtyas, didampingi Koordinator Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra, Awaludin Rusiandi; Perwakilan Tim Kerja Sama, Tri Winiasih, Khoiru Ummatin, Adista Nur Primantari, dan Krismonika Khoirunnisa; serta Perwakilan Tim Humas, Andreas Adji Riantoko.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Yayasan Pusbisindo Cabang Jawa Timur, Adhien Fadli Rochmad, bersama Juru Bahasa Isyarat, Angel. Penjajakan kerja sama ini difokuskan pada rencana pelaksanaan _workshop_ pengenalan bahasa isyarat tingkat dasar bagi seluruh pegawai BBP Jatim sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.
Dalam sambutannya, Kepala BBP Jatim, Puji Retno Hardiningtyas, menyampaikan bahwa pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar menjadi langkah strategis dalam mendukung layanan publik.
“Pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar ini penting sebagai bentuk komitmen BBP Jawa Timur dalam mewujudkan layanan kebahasaan yang inklusif, termasuk penyandang disabilitas. Termasuk dari teman-teman Tuli agar dapat terlayani dengan baik,” ujar Retno.
Retno juga menambahkan bahwa BBP Jatim berencana menyosialisasikan program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang ramah bagi penyandang disabilitas rungu.
“Kami juga ingin memperluas pemahaman terkait UKBI untuk Disabilitas Rungu agar masyarakat mengetahui bahwa pengukuran kemahiran berbahasa Indonesia dapat diakses secara setara dan inklusif,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Yayasan Pusbisindo Cabang Jawa Timur, Adhien Fadli Rochmad, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut sebagai langkah konkret dalam peningkatan kesadaran bahasa isyarat.
“Kami mengapresiasi keterbukaan BBP Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan kami. Nantinya, melalui _workshop_ yang akan kami laksanakan, kami berharap semakin banyak pegawai yang memiliki pemahaman dasar bahasa isyarat dan mampu berinteraksi lebih inklusif dengan komunitas Tuli,” ungkap Fadli.
Angel, Juru Bahasa Isyarat, menekankan pentingnya pembelajaran bahasa isyarat sejak tingkat dasar.
“Dengan pengenalan sejak awal, peserta diharapkan tidak hanya memahami isyarat dasar, tetapi juga budaya dan identitas komunitas Tuli,” jelas Angel.
Melalui penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya sinergi berkelanjutan antara Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan Yayasan Pusbisindo Cabang Jawa Timur dalam memperkuat aksesibilitas dan inklusivitas kebahasaan. Melalui kolaborasi ini, BBP Jatim berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan kerja dan layanan publik yang lebih ramah disabilitas, sekaligus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan bahasa isyarat.