Perkuat Kompetensi Kebahasaan dan Literasi, Kepala BBP Jawa Timur Beri Materi pada Kegiatan SEAQIL
Batu, 25 Desember 2025, Kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang diinisiasi oleh SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta bertujuan memperkuat kompetensi pegawai, khususnya di bidang kebahasaan, literasi, serta pemahaman nilai-nilai RAMAH Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik dan memperluas wawasan kebahasaan dalam konteks organisasi modern.
Kegiatan diawali dengan arahan Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi DKI Jakarta, Erfan Agus Munif. Dalam sambutannya, Erfan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas individu sebagai bagian dari reformasi birokrasi di sektor pendidikan.
“SDM yang unggul lahir dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Melalui penguatan literasi, kebahasaan, dan nilai-nilai RAMAH, kita dapat membangun aparatur pendidikan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya. Erfan juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana refleksi dan pengembangan diri agar mampu menjawab tantangan perubahan yang semakin dinamis.
Arahan berikutnya disampaikan oleh Direktur SEAQIL, Brian Arieska Pranata. Brian menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pendidikan dan penguatan kerja sama regional.
“Pengembangan kompetensi SDM merupakan investasi jangka panjang. Melalui kolaborasi lintas lembaga seperti ini, diharapkan lahir SDM yang mampu berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, dan memiliki perspektif global,” ungkap Brian. Ia juga menegaskan komitmen SEAQIL untuk terus mendukung program pengembangan profesional di bidang bahasa dan literasi.
Pada sesi inti, Puji Retno Hardiningtyas hadir sebagai narasumber dengan materi public speaking dalam berorganisasi. Dalam pemaparannya, Retno menegaskan bahwa keterampilan berbicara di depan publik merupakan kompetensi penting dalam mendukung kinerja dan citra organisasi.
“Public speaking yang baik membantu penyampaian gagasan secara jelas, meyakinkan, dan berdampak. Dalam organisasi, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk membangun koordinasi, kepemimpinan, dan kepercayaan,” jelas Retno. Ia juga membagikan berbagai kiat praktis agar peserta lebih percaya diri dan efektif saat berbicara di forum formal maupun informal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antarlembaga yang semakin kuat dalam mendukung pengembangan kompetensi kebahasaan, literasi, dan komunikasi aparatur pendidikan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas dan peningkatan kualitas layanan publik. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan SDM pendidikan yang profesional, adaptif, dan selaras dengan nilai-nilai RAMAH Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.