Sejarah Singkat Balai Bahasa Jawa Timur
Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memiliki sejarah panjang yang bermula dari kebutuhan akan unit pelaksana teknis untuk mengelola bidang bahasa dan sastra di daerah. Hingga akhir tahun 1998, Indonesia baru memiliki tiga balai bahasa (Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar). Upaya mendirikan balai bahasa di Jawa Timur sebenarnya telah dirintis sejak tahun 1980-an, namun upaya tersebut sempat kandas di tengah jalan.
Titik balik pendirian lembaga ini dimulai kembali pada 30 Desember 1993 melalui penandatanganan Piagam Kerja Sama antara pihak Pusat Bahasa dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebagai bentuk dukungan, pada awal tahun 1998, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan lahan seluas ± 2.708 m² di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Pembangunan gedung dilakukan dalam dua tahap menggunakan anggaran APBN tahun 1998/1999 dan 1999/2000.
Secara resmi, pendirian lembaga ini disetujui melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 022/O/1999 pada 28 Januari 1999 dengan nama awal Balai Bahasa Surabaya. Operasional lembaga ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada 17 Juni 2000.
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2022, nama lembaga bertransformasi menjadi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dengan tugas melaksanakan pelindungan dan pemasyarakatan bahasa serta sastra Indonesia di wilayah kerjanya.
Era Baru & Lokasi Terkini
Perkembangan penting terjadi pada 2 Januari 2023, saat kantor resmi berpindah lokasi dari Sidoarjo ke:
Jalan Gebang Putih Nomor 10, Sukolilo, Surabaya.
Sejak Oktober 2024, lembaga ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan terus berkomitmen melestarikan bahasa Jawa & Madura di 38 kabupaten/kota.